3 Bisnis Online Yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga

Sebenarnya ada pertanyaan yang mendasar, yaitu apakah memang benar-benar ada bisnis online yang cocok untuk ibu rumah tangga ?

Saya tidak ingin terjebak pada posisi menganjurkan ibu rumah tangga untuk berbisnis dan melupakan tugas utamanya sebagai seorang ibu. Apalagi bagi ibu-ibu muda yang masih memiliki anak usia balita.

Tapi mungkin kita bisa berdalih bahwa yang dilakukan para ibu muda ini adalah bisnis online, yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus melupakan anak-anaknya. Tapi benarkah demikian?

Sepanjang pengetahuan saya, yang namanya bisnis termasuk bisnis online sekalipun akan cukup menyita waktu para pelakunya. Apalagi jika model bisnis yang dijalani adalah toko online.

Pada awalnya mungkin tidak terlalu menyita waktu. Tapi begitu bisnisnya sudah mulai ramai pembeli, maka sang ibu rumah tangga tadi akan mulai sibuk mengurus order, produk, packing barang, pengiriman dan lain sebagainya.

Bisa saja pada saat sudah maju seperti itu sang ibu bisa mulai merekrut karyawan untuk mengurus semuanya. Tapi artinya pada saat itu sang ibu sudah naik kelas menjadi boss dari perusahaan online nya. Secara fisik mungkin tidak terlalu sibuk, tapi pikirannya akan lebih fokus pada jalannya bisnis ketimbang mengurus anak.

Dilema ? ah gak juga sih.

Sebenarnya Bisnis Online masih bisa dijadikan tumpuan bagi para ibu rumah tangga untuk berbisnis tanpa harus meninggalkan tugasnya sebagai ibu. Hanya saja harus lebih pandai memilih model bisnis yang akan dijalankan.

Apa saja itu ? berikut yang menurut saya adalah bisnis online yang cocok untuk ibu rumah tangga :

1. Toko Online

Lho… tadi katanya toko online tetap menyita waktu dan pikiran ?

Begini…. Toko Online bisa menjadi pilihan model bisnis dengan catatan : Dijalankan Bareng Suami !

Toko Online adalah model bisnis yang ideal dijalankan secara full-time oleh pasangan suami istri.

Suami akan berperan untuk tugas-tugas operasional seperti urusan produk, order dan pengiriman barang. Sedangkan istri mengambil peran sebagai Internet Marketer yang melakukan promosi melalui Internet.

Sang Istri akan lebih banyak berurusan dengan konten blog nya, update status di social media dan lain sebagainya.  Ketika ada pemesanan barang, maka sang suami segera mengambil alih pekerjaan.

Dengan cara ini maka sang ibu tidak perlu melalaikan tugasnya dalam mengurus anak. Bahkan bisa saja anak-anaknya diajak untuk mengenal dunia Internet Marketing sejak dini.

2.Dropshipping

Menjalankan bisnis dropshipping meski lebih ringan jika dibandingkan dengan membuka toko online dengan produk sendiri, namun akan jauh lebih baik jika tetap dilakukan bersama-sama suami.

Pembagian tugasnya sama seperti yang pertama, dimana suami lebih berperan untuk menangani pemesanan barang.

Menjalankan Model Bisnis Dropshipping memang tidak akan direpotkan dengan urusan pengiriman barang. Namun tetap saja akan direpotkan dengan urusan pemesanan dan pelayanan pelanggan. Ada baiknya urusan ini menjadi tanggung jawab suami.

Bahkan bisa saja suami turut membantu mengelola blog lain dengan produk dropshipping yang berbeda.

3. Bisnis Afiliasi

Menjalankan bisnis afiliasi jauh lebih sederhana dibandingkan membuka toko online dan dropshipping. Yang perlu dilakukan hanya mengelola Blog dengan baik dan berusaha mendapatkan traffic sebanyak-banyaknya.

Semakin banyak traffic yang didapat, maka semakin besar peluang penjualan produk afiliasi.

Bagaimana para ibu? sudah siap menjalankan bisnis online tanpa mengganggu jadwal mengurus anak?

Hyuuu mariiii…

 

Salam Kreatif,

Thiar Bramanthia
Inisiator Akoe IndonesiaKonsultan Kreatif 

Thiar Bramanthia Author

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *