KPU LARANG CALEG MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA

Beberapa hari ini saya banyak menerima Whatsapp dari para Caleg yang isinya menanyakan tentang Larangan Menggunakan Sosial Media dalam berkampanye, dan bagaimana menyikapinya.

Sebenarnya sih bukannya dilarang, hanya saja KPU mencoba untuk mengawasi setiap akun sosial media yang digunakan untuk berkampanye. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi perang Black Campaign dan saling caci maki di sosial media.
Untuk yang begini, saya sangat setuju.
Lantas bagaimana agar para Caleg tetap bisa berkampanye di sosial media secara aman ? jawabnya sederhana : jangan melanggar aturan hehe…

Berkampanye di Sosial Media perlu strategi yang matang. Percuma jor-joran sebar gambar jika tidak direncanakan dengan baik. Apalagi jika gambarnya tanpil dengan design nge-jreng lengkap dengan logo, nomor dan gambar paku serta tulisan COBLOS !
Bukannya dibaca orang, bisa-bisa malah terjadi gerakan UNFRIEND berjamaah.

Kampanye di sosial media itu Ibarat Orang Mau Nikah.
Awalnya pasti kenalan dulu. Kalau sudah kenal, baru deh tukeran nomor telepon dan email. Setelah itu baru ajak ngobrol agar saling kenal lebih dalam lagi.
Kalau sudah kenal, boleh deh ajak dinner.
Nah, kalau sudah cocok silahkan dilamar. Selanjutnya mau di coblos ya terserah 🙂

Begitu juga dalam berkampanye di sosial media. Harus dilakukan secara bertahap. Setidaknya ada 3 Tahap yang wajib dilakukan.

1. AWARENESS

Tahap kenalan, agar warga Internet atau biasa disebut Netizen kenal SIAPA anda. Pada tahap ini tidak perlu jor-joran dengan gambar dan kalimat provokatif. Cerita biasa biasa aja dulu.
Sambil secara konsisten kumpulkan data orang-orang yang me-respon baik Like, Comment dan Share, untuk kemudian kita kirimi campaign via email dan media lainnya.

2. PERCEIVED QUALITY

Setelah orang cukup kenal dan sudah sering rspon setiap kali anda update status, barulah anda sampaikan apa visi misi anda agar mereka tambah jatuh cinta.

3. LOYALTY

Kalau sudah cinta, siap-siap di coblos !

Dengan startegi seperti ini, saya yakin tidak ada aturan KPU yang dilanggar. Sehingga akun anda pasti aman-aman saja.

Masih bingung ?

Kabar baiknya, saya siap membantu anda mengerjakan semua proses kampanye via sosial media. Anda cukup fokus menjalin hubungan emosional secara langsung dengan konstituen di DAPIL anda, sisanya biarkan saya dan teman-teman yang mengerjakannya.

Tertarik ?

Silahkan simak penjelasannya di artikel : Digital Marketing untuk Kampanye Politik.

Atau bisa juga langsung hubungi team kami melalui telpon/WA di : +62 817-834-343 .

 

Salam Kreatif, Salam Internet Marketing

Thiar Bramanthia
Konsultan Kreatif | Internet Marketing

 

644 total views, 4 views today

Thiar Bramanthia

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

2 thoughts on “KPU LARANG CALEG MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *