Kututup Tahun 2016 dengan Mengucapkan Alhamdulillah

Tahun 2016 merupakan tahun yang cukup berat akoe jalani. Memasuki bulan Januari 2016 akoe sudah dihadapkan pada sebuah “kehilangan” yang sangat pahit. Setelah itu berturut-turut akoe harus menghadapi berbagai “kehilangan” lainnya.

Kehilangan pertama yang akoe hadapi adalah “hilangnya” Perusahaan yang dengan susah payah akoe bangun. Dengan berat hati akoe terpaksa melepas perusahaan tersebut sambil tetap menerima beban hutang usaha yang tidak kecil.

Pasca kehilangan Perusahaan, satu per satu para teman pun mulai menghilang. Akoe jadi teringat pada sebuah pepatah lama yang mengatakan :

Jika ingin tahu siapa sahabat sejatimu, tunggulah sampai saat susah-mu. Mereka yang bertahan mendampingimu disaat susah, itulah sesungguhnya sahabat sejati-mu.

Alhamdulillah, akoe sudah diperlihatkan siapa saja para sahabat sejati itu. Ditengah beranjak perginya para teman, ternyata masih ada sahabat sejati yang tetap sabar menemani dengan komitmen untuk bangkit bersama dari reruntuhan.

Memasuki bulan Maret, akoe mulai kehilangan asset. Banyak asset yang terpaksa dilepas untuk menutupi kerugian yang terjadi.

Kehilangan terbesar yang akoe alami terjadi pada bulam Mei 2016. Akoe kehilangan Ibunda tercinta. Ternyata Allah lebih mencintai bunda dan segera memanggilnya.

Kehilangan bunda merupakan pukulan telak yang akoe rasakan. Beliau pergi sebelum akoe sempat membalas semua cinta kasihnya. Cinta beliau pada anak-anaknya begitu luar biasa. Bahkan disaat kepergiannya pun beliau masih sempat memberi energi yang luar biasa kepada-koe.

Disaat akoe menatap wajah almarhumah yang teduh dihiasi senyum ikhlasnya, begitu sejuk… begitu damai… membuat akoe tenang dan siap melanjutkan langkah untuk berbuat yang terbaik dan hanya yang terbaik. Terima kasih Mama… tenang dan damailah engkau di sisi-Nya.

Memasuki bulan Ramadhan, semuanya berbalik total. Allah SWT menurunkan Nikmat-Nya yang jauh lebih besar dibandingkan kehilangan-kehilangan yang akoe alami.

Entah darimana semua bermula, tapi seakan semua pintu mulai terbuka. Kesibukan demi kesibukan-pun mulai menghampiri. Kami mulai bangkit lagi.

Satu pelajaran berharga yang akoe petik sepanjang Tahun 2016 adalah :

Jangan pernah menyesali kegagalan, karena sesungguhnya kegagalan adalah bagian dari Nikmat-Nya yang diberikan agar kita mampu menjalani hidup dengan lebih baik lagi.

Akhirnya, kututup Tahun 2016 dengan mengucapkan Alhamdulillah… dan kumulai Tahun 2017 dengan mengucapkan Bismillah…

 

Salam Kreatif

Thiar Bramanthia
Inisiator Akoe IndonesiaKonsultan Kreatif 

Thiar Bramanthia Author

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *