Sopan Santun Budaya Kita

Salah satu daya tarik Indonesia dimata dunia adalah keluhuran nilai Budaya-nya yang sangat tinggi.

Budaya yang bukan hanya dalam pengertian kesenian dan tradisi belaka.

Tapi Budaya yang mencerminkan tingkah laku, budi pekerti dan tata krama yang sangat tinggi.

Indonesia dikenal memiliki budaya sopan santun, ramah tamah, gotong royong, hormat menghormati.

Sopan santun budaya kita sangat terlihat jelas dalam bahasa, baik bahasa resmi Indonesia maupun bahasa daerah.

Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah mengenal tingkatan yang berbeda dalam hal panggilan kepada orang kedua dan ketiga, sesuai dengan tingkat usia.

Kepada orang yang seusia, kita bisa menyebutnya dengan panggilan : kamu, anda, engkau, dia, dan seterusnya.

Sedangkan kepada orang yang usianya lebih tua, kita bisa menyebutnya dengan panggilan : abang, akang, uda, mas, mbak, uni, kakak, beliau.

Masih ada tingkatan lainnya, yaitu kepada orang yang jauh lebih tua. Kita biasa menyebutnya dengan panggilan : bapak, ibu, romo, dan seterusnya.

Tidak hanya untuk yang lebih tua saja, Bahasa Indonesia juga memiliki panggilan khas untuk orang yang usianya lebih muda, seperti : dik, dinda, neng, tong, dan lain sebagainya.

Jika ada anak muda yang memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan “kamu” atau “anda”, sudah termasuk perilaku TIDAK SOPAN.

Mempertahankan Budaya Sopan Santun menjadi tanggung jawab kita semua, terutama para orang tua, guru dan para pemimpin.

Maka, jika ada tokoh masyarakat atau bahkan pemimpin yang seenaknya memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan : kamu atau anda, perlu dipertanyakan dia orang mana. Jangan-jangan bukan orang Indonesia.

Thiar Bramanthia Author

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *