Tidak Ada Yang Kebetulan

Guruku pernah berkata bahwa di dunia ini “tidak ada yang kebetulan“. Dan itulah yang saya alami pada hari selasa 26 Januari 2016 sore yang lalu.

Sebenarnya sejak pagi saya mengalami beberapa kejadian gak enak. Ditambah lagi sahabat saya menghubungi karena baru saja mengalami kecelakaan kecil di jalan. Setelah urusan kecelakaan selesai, saya dan Hasyim Asyari sahabat saya memutuskan untuk istirahat sambil ngopi-ngopi asik di Poins Square Lebak Bulus.

Sambil santai kami membahas tentang gerakan #AkoeIndonesia yang sedang kami jalani bersama beberapa teman kami yang lain.

Kami merasa ada yang kurang dalam materi #AkoeIndonesia yang telah kami susun. Motivasi sudah, mental sudah, kebangsaan sudah, budaya sudah. Lalu apa?

Unsur penting lainnya dalam upaya membangun bangsa adalah : ekonomi. Materi itu yang masih kurang tajam kami bahas.

Sebenarnya sudah ada materi enterpreneurship yang diangkat dari perjalanan seorang Pengusaha Muda Indonesia. Tapi kami merasa materi tersebut terlalu Profit Oriented dan cenderung kapitalis hingga kurang sesuai dengan cita-cita #AkoeIndonesia.  Kami butuh seseorang yang memiliki solusi praktis, nasionalis, spiritualis dan bisa dijadikan model.

Ditengah perbincangan santai tadi, datanglah seorang sahabat lama yang sudah beberapa tahun tidak bertemu. Beliau membawakan saya sebuah buku berjudul “Cintaku Negeriku” karya Erizeli Bandaro sambil sedikit memberi gambaran tentang isi buku dan penulisnya.

Sambil mendengarkan celoteh sahabat saya itu sayapun membaca daftar isi buku Cintaku Negeriku. Deg !

Sebagian besar judul dalam daftar isi adalah hal-hal yang kami perbincangkan tadi. Subhanallah… !

Sungguh, tidak ada yang kebetulan. Allah selalu menjawab setiap doa ummatnya bahkan ketika ummat nya tidak sadar bahwa ia sedang berdoa.

Sahabat saya meminta saya untuk membaca buku tersebut, siapa tahu ada ide kreatif yang bisa dikembangkan berdasarkan buku tersebut.

Malamnya, sebelum tidur saya sempatkan untuk membaca. Semula saya hanya ingin membaca singkat sambil menjemput kantuk.

Namun semakin saya baca, saya tidak mampu untuk berhenti. Buku ini luar biasa. Dikemas dalam untaian kisah seolah seorang ayah yang sedang menasehati anaknya.

Cerita mengalir mulai dari cara berpikir positif, bagaimana membangun bisnis, bagaimana cara mendapatkan pembiayaan hingga persoalan ekonomi yang lebih pelik.

Luar biasa. Tidak terasa, menjelang subuh saya tuntas membaca seluruh isi buku. Saya benar-benar terkesan.

Memang tidak ada yang kebetulan.
Seandainya saya tidak harus menghadiri meeting yang menyebalkan di pagi hari,
Seandainya sahabat saya tidak mengalami kecelakaan kecil,
Seandainya kami tidak ngopi-ngopi asik,
maka Buku Cintaku Negeriku tidak akan pernah sampai ke tangan saya.

Esok paginya saya segera menghubungi teman-teman #AkoeIndonesia untuk membahas beberapa hal berkaitan materi yang mungkin bisa dilengkapi dari Buku Cintaku Negeriku.

Terima kasih sahabatku Agus Salim. Semoga pertemuan kita bisa menjadi awal dari langkah-langkah besar untuk bangsa tercinta.

Aamiin.

Salam Kreatif, Salam Internet Marketing

 

Salam Kreatif,

Thiar Bramanthia
Inisiator Akoe IndonesiaKonsultan Kreatif 

 

Thiar Bramanthia Author

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *