Mengapa Bendera Tauhid Dibakar?

Hingga sepagi ini, Time Line Facebook masih ramai celoteh panjang tentang Peristiwa Pembakaran secarik Kain yang bertuliskan Kalimat Tauhid oleh Gerombolan Pemuda berbaju Loreng.

Sumpah serapah dan caci maki digital pun meluncur deras tak terbendung menerobos jutaan lini masa netizen.

Meski ketua suku gerombolan sudah klarifikasi, sepertinya percuma, karena umat sudah terlanjur patah hati, tergores luka dalam dan tak mampu bangkit lagi. Ibaratnya si ketua suku itu meludah di depan kipas angin, malah kecipratan muka sendiri.

Mencermati peristiwa ini saya jadi teringat dengan salah satu kisah dimasa generasi Thabi’in. Kisah tentang seorang anak ABG bernama Malik bin Anas.

Alkisah, Malik bin Anas hendak belajar kepada Rabi’atur Ra’yi, gelar yang biasa disematkan kepada Ulama berilmu tinggi dijaman itu.
Ketika Malik bin Anas berpamitan kepada ibundanya tercinta, sang Bunda memberi nasihat yang sangat luar biasa…

“Nak… ingatlah baik-baik pesanku ini. Ketika kau belajar nanti, pelajarilah dahulu ADAB sebelum kau pelajari ILMU nya. Sesungguhnya tak akan bermanfaat ilmu setinggi apapun jika tiada ADAB yang memayunginya.”

Nasihat yang sangat sederhana ini melekat begitu kuat dalam relung sanubari remaja tanggung yang dikemudian hari dikenal dengan nama MALIK Rahimahullah, sang peletak dasar Madzhab Maliki.

Nasihat Ibunda Malik bin Anas inilah yang terlepas terbang dari genggaman para gerombolan penjaga kasir NKRI HARGA MATI.
Ibarat layangan putus tangan, HARGA NKRI bukan hanya MATI tapi melayang gak karuan menunggu saatnya nyangsang di dahan mangga diujung pengkolan.

Dalih mereka yang mengatakan peristiwa itu sebagai upaya menjaga kesucian Kalimat Tauhid menjadi PUPUS karena mendahulukan ILMU ketimbang ADAB. Ditambah lagi sepertinya bahkan ILMU pun masih cetek. Maka koyaklah sudah NKRI yang nyangsang tadi di betot bocah-bocah alay yang kegirangan guling-guling sampai bajunya kotor loreng-loreng.

Jadi, pelajaran yang bisa dipetik adalah…. apa ya?
ah udahlah… mending ngopi dulu yuk 🙂

 

Salam Kreatif, Salam Internet Marketing

Thiar Bramanthia
Konsultan Kreatif | Internet Marketing

384 total views, 3 views today

Thiar Bramanthia

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *