Kerja Mulia Seorang Guru

Seorang sahabat pernah mengajak saya untuk membuat pelatihan Digital Marketing bagi para guru agar para guru mampu memperoleh tambahan penghasilan diluar jam mengajar.
Saya sempat tercenung sejenak atas ide ini. Digital Marketing memang merupakan salah satu solusi dalam mendapatkan penghasilan di era digital ini.

Tapi jangan lupa yang namanya Digital Marketing itu artinya berdagang alias bisnis. Yang namanya bisnis itu harus fokus. Gak bisa sambilan. Salah-salah para guru ini nanti malah lebih fokus ke bisnis daripada mengajar. Malah alih profesi semua jadi pengusaha.
Lah, apa yang salah dengan soal itu? kan malah bagus kalau mereka semua jadi pengusaha” tukas teman saya saat saya sampaikan kegalauan saya tadi.

Yup, memang tidak ada yang salah. Masalahnya, di hati kecil saya sangat berharap para guru tetap istiqomah menekuni profesinya hingga titik darah penghabisan.
Bagi saya Guru adalah salah satu profesi mulia dengan potensi pahala yang sangat luar biasa. Mengapa ?
Karena salah satu amalan yang pahalanya akan mengalir terus menerus adalah : Mengajarkan ilmu! dan itulah yang dilakukan oleh para guru.
Jika guru beralih fokusnya kepada bisnis, maka akan terjadi pergeseran nilai yang tidak sederhana.

Jadi, kalaupun mau menciptakan sebuah program pelatihan untuk guru, tidak boleh merusak nilai luhur yang sudah terpatri selama ini.
Bahkan jika memungkinkan Program ini nantinya harus bisa melengkapi nilai yang sudah ada menjadi lebih mulia lagi. Misalnya : “mengajar itu ladang amal, sedangkan penghasilan hanyalah bonus“, tapi bonusnya gede! Nah, gimana tuh 🙂
Sebenarnya clue nya sudah jelas : “MENGAJAR ITU LADANG AMAL”.

Artinya semakin banyak ilmu yang diajarkan, maka semakin banyak amalnya. Tinggal bagaimana caranya me-monetize amal tadi menjadi penghasilan.

Nah, disinilah ilmu Digital Marketing akan berperan.
Saya membayangkan, jika seorang guru sudah memiliki penghasilan tinggi, maka ia tidak akan peduli lagi dengan kondisi gajinya yang minim.
Mereka akan hadir di kelas dengan semangat yang berbeda. Mereka akan menatap murid-muridnya dengan tatapan yang berbeda. Murid bukan lagi sekedar komoditi, melainkan amanah.
Mengajar bukan lagi sekedar profesi, bukan lagi sekedar pekerjaan untuk mencari nafkah.
Mengajar adalah jalan menuju Ridha Allah.
Masya Allah…

Lalu bagaimana caranya ?
Sebarkan ilmu melalui media digital! Tidak usah jauh-jauh. Buatlah tulisan yang ditujukan kepada murid-murid nya sendiri.
Banyak ilmu yang tidak sempat diajarkan di ruang kelas. Saya mengalaminya sendiri bersama team AkoeIndonesia. Jangankan siswa, bahkan guru-guru pun banyak yang mengaku belum pernah mendengar kisah yang saya bawakan.

Disinilah peluangnya. Bahkan peluang itu terbuka dengan sangat lebar.
Lalu darimana dapat uangnya ? nah, ayo belajar Digital Marketing 🙂

 

Salam Kreatif, Salam Internet Marketing

Thiar Bramanthia
Konsultan Kreatif | Internet Marketing

39 total views, 2 views today

Thiar Bramanthia

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *