Ketika Pertiwi Disayat Luka

Sepanjang tahun 2018, sekurangnya sudah 9 kali Bumi Pertiwi dipaksa tersungkur berurai air mata.

Menapaki awal tahun, di bulan Januari 2.760 rumah luluh lantak saat gempa 6,1 SR menyapa Lebak, Banten.

Bulan Februari, para petani brebes hanya mampu tertunduk saat tanah tempatnya berpijak luruh longsor. 5 warga dijemput menghadap sang pencipta, sementara 15 orang lainny amasih dinyatakan hilang tak tentu rimba.

Bulan April, gunung sinabung kembali berteriak menyemburkan kolam abu setinggi 5000 meter.

Bulan Agustus, Lombok sang bumi seribu masjid berguncang menjemput 564 jiwa untuk menghadap sang Khalik.

Hanya berselang beberapa saat, di bulan September giliran Palu dan Donggala memaksa jiwa-jiwa fana bersujud mengiringi 2.073 jiwa berpulang.

Oktober, saatnya Soputan mengaum. Konon, Lava pijar menyeruak dari mulut kawah Gunung Soputan disertai Semburan kolom abu vulkanik mencapai tinggi 4.000 meter.

Masih dibulan yang sama, Sumatera terpaku tak mampu bergerak saat longsor memutus nadinya. 22 jiwa melayang meninggalkan 15 orang lainnya yang masih hilang.

Juga masih di bulan Oktober, Pesawat Lion Air JT 610 menyerah pada panggilan alam. Terjerembab ia ke dasar lautan bersama 189 penumpangnya.

Lalu di penghujung tahun 2018, Banten dan Lampung terkejut ketika anak krakatau berteriak memanggil ibunya.
Lautpun bergelora menggulung 373 jiwa dan 1.400 lainnya yang terluka.

Yaa Allah… yang ditanganMU jiwaku tergenggam…
Jika ada dosa kami, ampunkanlah…
JIka ada sombong kami, ijinkan kami merunduk bersujud padaMU
Sesungguhnya… dibalik salah kami, masih ada Cinta kami kepadaMU yaa Allah…

Ijinkan bangsa ini kembali berdiri
agar mampu terus berseru mengagungkan nama-Mu.

Aamiin…

86 total views, 1 views today

Thiar Bramanthia

Thiar Bramanthia adalah seorang Konsultan Kreatif (CreativePreneur), Pemerhati Budaya Aseli Indonesia, Blogger Aktif sekaligus merupakan Inisiator Akoe Indonesia, yang doyan minum kopi ketal sambil dengerin musik metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *